Belajar Cara Nabi Selesaikan Krisis Ekonomi Persiapan Hadapi Resesi 2023

by | Oct 16, 2022 | Ekonomi & Bisnis, Khazanah, Opini & Wawancara

Dalam kondisi masyarakat mengalami krisis ekonomi begitu cepat sebagai akibat pandemi covid-19 dan isu adanya resesi 2023, ada baiknya kita mengambil pelajaran terhadap pengalaman Nabi di dalam memecahkan persoalan seperti ini.

Nabi Muhammad Saw bukanlah seorang tabib, bukan pula seorang apoteker. Nabi Muhammad Saw adalah utusan Allah Swt yang diutus untuk menyampaikan ajaran Allah dalam semua aspek kehidupan, baik untuk umat di zamannya maupun umat setelahnya.

Meskipun Rasulullah Saw tidak mengalami Pandemi Covid-19 dan ancaman resesi 2023  yang melanda manusia di seluruh dunia saat ini, tapi ada banyak contoh yang telah Rasulullah Saw ajarkan saat menghadapi kondisi tertentu.

Bisa dibayangkan, ketika Nabi resmi dilantik menjadi Nabi. Terutama ketika mendapatkan perintah untuk melakukan dakwah terbuka (al-dahwah al-jahr). Spontanitas dunia Arab melancarkan serangan bertubi-tubi kepada Nabi Muhammad dan keluarga serta para pengikutnya. 

Salah satu gempuran kuat ialah embargo ekonomi yang ditujukan kepada Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib, suku yang melahirkan Nabi Muhammad. Mereka melarang makanan masuk ke Kota Mekah dan melarang melakukan jual beli sehingga Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib membeli barang-barang yang ada di luar Kota Mekah. 

Akan tetapi, orang-orang Quraisy mencegatnya dan menaikkan harga barang hingga Bani Hasyim tidak mampu membelinya. Tekanan ekonomi itu membuat tokoh masyarakat Arab Quraisy untuk ‘mengamputasi’ Nabi Muhammad. Saat menyadari ancaman jiwa akan melayang, Nabi Muhammad bersama komunitasnya memilih untuk hijrah ke Yatsrib yang kemudian diubahnya menjadi Madinah.

Belajar Menghadapi Krisis Ekonomi Sampai Resesi 2023 dari Nabi Muhammad SAW

Rasulullah merupakan Nabi yang dikenal amanah dalam segala aspek. Salah satu yang menonjol dari beliau juga tentang bagaimana teladannya di bidang ekonomi yang berkeadilan.

Baca juga:  Pengertian Sufi, Tasawuf & Etimologinya

Dalam buku Harta Nabi karya Abdul Fattah As-Saman dijelaskan, Rasulullah senantiasa mencari mata pencaharian meskipun harus disibukkan dengan urusan dakwah. Rasulullah pun memerintahkan umatnya untuk bekerja keras dan memakan hasil jerih payahnya sendiri.

Rasulullah bersabda: “Maa akala ahadun tho’aman, qath’u khairan min an ya’kula min amali yadihi wa inna Nabiyyallahi Dawuda alaihissalama, kaana ya’kulu min amali yadihi,”. 

Yang artinya: “Tiada seseorang mengkonsumsi makanan yang lebih baik dibandingkan mengkonsumsi makanan dari jerih payahnya sendiri. Dan bahwasannya Nabi Daud AS makan dari jerih payahnya sendiri,”.

Dalam hadis ini terkandung pengarahan dan petunjuk kepada masyarakat untuk dapat berdikari, mandiri, memerangi pengangguran, dan menopang kehidupannya dengan bekerja keras. Hadis ini juga memberikan petunjuk kepada individu-individu agar senantiasa mendukung pergerakan ekonomi nasional, bukan justru membebaninya. Itulah cara yang seharusnya dilakukan dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi ancaman resesi 2023.

Selanjutnya, dalam satu kondisi Nabi Muhammad SAW juga memerintahkan zakat. Zakat diperoleh secara rutin dari harta orang kaya yang diperuntukkan yang berhak (shnaf). Sehingga roda perekonomian tetap berjalan. Tidak ada yang menimbun harta terlalu banyak. Kesejahteraan juga makin terasa.

Sejalan dengan yang dicontohkan oleh Rasulullah, perencana keuangan juga tengah gencar direkomendasikan kepada masyarakat untuk membentuk atau meningkatkan kembali pos dana darurat dan memperbanyak transaksi supaya ekonomi tetap berjalan. Sehingga tidak akan penimbunan dana. Ini seiring dengan kondisi perekonomian global yang semakin tidak menentu, termasuk adanya ancaman resesi 2023. 

Selanjutnya, menurut pakar Ekonomi Syariah, walaupun resesi belum benar-benar terjadi, alangkah baiknya kebiasaan hidup hemat mulai dilakukan. Belilah kebutuhan seperlunya saja, terutama kebutuhan pokok.

Jika kemudian gaya hidup lebih hemat sudah mulai dipraktekkan, langkah selanjutnya adalah mengatur ulang pengeluaran dan mulai mengurangi utang. Buat utang seminim mungkin untuk berjaga-jaga misalnya terjadi resesi.

Baca juga:  Wajib Dicoba, Doa Penangkal Wabah Virus Corona Dari Habib Novel Alaydrus

Tidak melulu pada wawasan keagamaan saja yang perlu ditingkatkan, tapi juga pada pengetahuan lain baik itu tentang sains dan ekonomi Bisa dilihat bagaimana nabi Yusuf kala itu bisa memimpin negara dan berdakwah dengan pendekatan membangun peradaban manusia.

Kalau kita melihat kisah nabi pasti terfokus pada keajaiban mukjizatnya saja, lalu diri kita akan termotivasi dan rajin ibadah karena ingin mendapat karomah. Padahal, masih ada banyak kisah nabi yang tidak hanya tentang ibadahnya. Akan tetapi juga banyak pengajaran yang akan kita dapat dari kisah tauladan nabi. Mulai dari perekonomian, sains dan lainnya.

Masya Allah … (mt)

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending Topics

AndikaTalk

Follow kami di :

EKONOMI & BISNIS

Adsense

MOTIVASI

Download E-book Gratis!

Download E-book dan E-magazine Grapadinews Gratis!

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Shares
Share This