Korban Bullying Sering Tak Sadar Bila Ditindas, Kenali Beberapa Jenis Penindasan Ini Dulu

by | Nov 10, 2018 | Opini & Wawancara

 

Bullying atau dalam bahasa Indonesia disebut juga dengan penindasan marak di seantero dunia, pun dengan di Indonesia. Perilaku tercela ini biasanya ditemukan di sekolah-sekolah atau suatu kehidupan sosial. Ada banyak faktor yang membuat korban mendapatkan intimidasi dari orang disekitarnya, misalnya saja perbedaan pada kondisi fisik, ekonomi, hingga sesuatu yang menyangkut ras.

Tindak penindasan bisa berupa kekerasan, ancaman, atau paksaan. Apabila korban merasa sudah lemah dan tidak memiliki daya untuk melawan, maka orang-orang yang menindas tersebut acap kali terus melakukan perilaku yang tidak menyenangkan hingga korbannya benar-benar tidak berdaya. Kasus bullying di mana pun, khususnya di Indonesia kerap kali menimbulkan korban hingga meninggal dunia.

Tindakan ini perlu ditindak tegas dan dilakukan pengusutan secara teliti karena apabila dibiarkan justru akan menjadi kebiasaan dan melibatkan ketidak seimbangan kekuasaan sosial serta fisik. Penindasan juga masuk ke dalam ranah pelecehan, baik secara lisan yang berupa ancaman, maupun fisik atau paksaan yang diarahkan secara berulang-ulang kali.

Namun pem-bully-an ada yang dilakukan secara terang-terangan hingga korbannya merasa terintimidasi, ada pula yang tidak. Sebab memang bullying tidak hanya berupa kekerasan fisik, namun ada beberapa jenis yang perlu diketahui.

Penindasan fisik

Bullying secara fisik paling mudah dikenali. Cirinya yang tampak yakni memukul, mendorong, menjambak, melempari benda-benda kepada korban, dan kekerasan apapun yang menyakiti fisik.

Korban bullying terkadang tidak mudah melaporkan apa yang dialaminya, sekalipun kepada orang terdekat. Mereka cenderung menyimpan sendiri rasa sakit tubuh dan psikisnya karena tentu mendapat ancaman dari para penindas.

Maka dari itu, untuk mengetahui hal ini terjadi pada orang yang disayangi, cobalah untuk lihat luka-luka pada tubuhnya yang muncul tanpa alasan dan sebab yang jelas. Mereka biasanya tidak serta mengaku, melainkan mencari alasan lain, seperti jatuh atau tidak sengaja kepentok.

Ada pula akibat dari penindasan tersebut, para korban mengalami mual, sakit perut atau sakit kepala sebagai imbas dari kekerasan fisik yang dialaminya. Apabila hal ini mulai dialami oleh orang terdekat Anda, maka segeralah untuk memeriksakan diri pada dokter dan mengetahui dengan siapa serta bagaimana mereka bergaul.

Baca juga:  Berjaya Bersama PT. Grapadi Sejahtera Mandiri

Bullying secara fisik juga biasanya terjadi pada seseorang yang memiliki tubuh berbeda, misalnya lebih kecil atau besar. Maka dari itu, sebagai orang terdekat harus lebih mencurahkan perhatian secara ekstra.

Jika mereka takut untuk mengakuinya, maka ada baiknya untuk tanyakan soal teman – temanya, bagaimana hari – harinya, apakah memiliki keinginan untuk pindah ke tempat lain. Berusahalah pula untuk berkomunikasi dengan baik kepada pihak sekolah apabila menimpa putra dan putri Anda, seperti wali kelas dan tidak segan untuk menyertakan bukti atas tindak penindasan.

Pengucilan

Selain menyerang fisik seseorang, bullying juga berlaku untuk mereka yang dikucilkan dari lingkungan sosialnya. Memang tidak disertai kekerasan pada tubuh, namun korban merasa terisolasi dan sendiri. Tindakan ini membuatnya terpaksa harus jauh dari orang – orang, sehingga mereka bahkan susah berinteraksi dan membaur dengan lainnya.

Ketakutan untuk membaur juga sering terjadi karena pelaku penindasan cenderung lebih kuat di lingkungan sosialnya. Ada berbagai macam ciri dari penindasan jenis ini yang perlu diketahui, yakni:

  1. Pada anak – anak yang masih sekolah biasanya tidak menghabiskan waktu istirahat bersama dengan teman-temannya. Bahkan di luar jam sekolah, mereka cenderung sendiri.
  2. Saat di rumah, korban pengucilan tidak pernah membicarakan perihal teman-temannya, sehingga mereka lebih memilih diam dan berkutat dengan aktivitasnya sendiri.

Pada anak yang mengalami pengucilan biasanya mereka banyak menghindar dan menutup diri baik dari teman – teman di lingkungan maupun keluarga. Apabila orang menemukan ciri tersebut, maka perlulah untuk menawarkan lingkungan baru padanya. Ada baiknya pula untuk mengenalkan pada kegiatan – kegiatan positif yang bisa mengembangkan minat serta bakat.

Bullying secara verbal

Meski tidak menyerang bagian tubuh, namun penindasan verbal juga harus diwaspadai. Biasanya bullying jenis ini berupa kata – kata yang kerap menyakiti hati, menghina, menjuluki, merendahkan, dan lain sebagainya hingga menjadikan sebagai tekanan psikologis. Dampaknya memang tidak dapat dilihat secara langsung. Namun ucapan – ucapan yang tidak pantas ini akan menjadi pressure dan pukulan terhadap mentalnya.

Baca juga:  Analisis Kebutuhan Rumah Sakit di Tengah Pandemi Covid-19, Mampukah Pemerintah Siapkan Ribuan Tempat Tidur Rumah Sakit?

Penindasan ini biasanya terjadi pada mereka yang berbeda baik dari fisik maupun latar belakang. Pada anak – anak bisanya akan berdampak pada sifatnya yang jadi pendiam, mudah tersinggung, kurang percaya diri, kurang minat makan, mudah mengucilkan diri, sampai pasrah pada keadaan.

Tindak bullying tersebut juga menjadikan mereka mudah takut, dan tidak yakin akan dirinya sendiri. Sehingga pada korbannya biasanya kurang menonjol dan tidak banyak ikut serta dalam kehidupan sosial.

Pada korbannya, seharusnya memberikan nasehat yang membangkitkan semangatnya. Banyak pula kegiatan yang bisa membangkitkan kepercayaan diri dan terus memberi motivasi untuk tidak menghiraukan apa yang dikatakan orang.

Penindasan seksual

Penindasan seksual dilakukan hampir pada semua usia. Beberapa orang bahkan tidak sadar bila mengalami kekerasan seksual, sebab menggoda, mengomentari dan mengintip pada dasarnya juga termasuk. Hanya saja, mereka masih menganggap sexual harrasment langsung menyentuh tubuh korbannya.

Tidak berhenti sampai di sana, bullying secara seksual juga berlaku bagi siapa saja yang mencuri foto korban dan menyebarkan, atau bahkan menikmati demi memuaskan gairah seksual. Bisa juga berupa pemaksaan kepada korban untuk melihat video-video tidak senonoh.

Baik laki – laki maupun perempuan berpotensi mendapatkan penindasan seksual. Mereka yang mengalaminya biasanya akan mengalami trauma, ketakutan terhadap lawan jenis, mudah tersingguh, gaya berpakaian yang bisa saja berubah, dan sikap – sikap yang tidak seperti biasanya.

Pada mereka yang pernah menjadi korban, hendaknya untuk melaporkan kepada pihak berwajib sebab hukum terhadap sexual harrasment telah diberlakukan. Sementara itu, nasehati korban tentang bagaimana cara berpakaiannya agar lebih sopan, mencoba untuk membawanya pada hal – hal positif dan agamis.

Cyber bullying

Di era teknologi ini, sebagian besar masyarakat menggunakan media sosial, chat, SMS, hingga surat elektronik sebagai alat untuk berkomunikasi jarak jauh tercepat dan melakukan segala hal dengan mudah. Namun di dunia maya atau internet, sebelumnya tidak ada pengawasan ketat sehingga banyak orang yang menyalahgunakan, salah satunya melakukan tindak pembulian.

Baca juga:  Bagaimana Urutan Berbisnis Online ? Apa yang Lebih dulu di Lakukan ?

Dalam cyber bullying, penindasan bisa berupa hinaan, sindiran dan kata-kata yang tidak menyenangkan. Bisa pula berupa video yang dikirimkan secara sengaja untuk mengolok-olok seseorang. Korbannya sering mengalami susah tidur, berpikir terlalu dalam, stres, menarik diri dari pergaulan, hingga bersedih. Pada beberapa kasus bahkan ada yang menghalalkan segala cara agar terlihat lebih wah dan bahagia di dunia maya atau lebih dikenal dengan panjat sosial.

Meski kini banyak bertebaran cyber bullying, bahkan dalam jumlah yang tidak terhingga namun beberapa orang justru tidak sadar bila mereka sebenarnya adalah korban. Padahal tindakan yang tidak menyenangkan di dunia maya disebut juga dengan penindasan dan bisa dipidanakan.

Cyber bullying bisa juga dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab atau akun-akun palsu. Namun kini, tindakan ini dikategorikan sebagai cyber crime dan siap dikenakan pasal UU ITE bagi pelakunya. Untuk itu gunakanlah media sosial dengan sebaik mungkin, cerdas dan tidak melampui batas.

Kasus penindasan di Indonesia hingga kini masih menjadi perhatian, baik bagi Komisi Perlindungan Anak dan Perempuan serta masyarakat. Meski ada beberapa bullying secara fisik dan verbal yang hingga saat ini terjadi, namun yang paling banyak ditemukan yakni cyber bullying.

Sebab masyarakat modern tidak lepas dari teknologi utamanya smartphone, sehingga secara tidak sadar kadang kali mereka telah mengetikkan kata – kata yang condong pada bullying. Bahkan korbannya pun tidak merasa bila mendapatkan hinaan.

Untuk itu, adanya konselling tentang penindasan harus terus digalakkan untuk menggerakkan Indonesia bebas bullying. Hal – hal kecil untuk menghindarinya yakni dengan terus berpikiran positif dan berkegiatan sesuai dengan nilai dan hukum yang berlaku.

 

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending Topics

AndikaTalk

Follow kami di :

EKONOMI & BISNIS

Adsense

MOTIVASI

Download E-book Gratis!

Download E-book dan E-magazine Grapadinews Gratis!

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Shares
Share This