Mana Yang Terbaik, NPV Yang Tinggi Atau IRR Yang Tinggi?

by | Mar 11, 2020 | Ekonomi & Bisnis

Memilih investasi yang bagus dan menguntungkan tidak seperti memilih gorengan di angkringan. Lihat sekilas, lalu ambil yang kelihatan paling gede dan masih hangat. Menentukan investasi yang akan diambil memerlukan analisis dan perhitungan tertentu. Dua metode perhitungan yang paling sering digunakan adalan metode NPV dan IRR.

Metode Net Present Value (NPV) Adalah pengembangan dana yang dibandingkan dengan biaya modal (cost of capital) atau pengembalian yang diinginkan. Artinya dalam metode NPV akan dilihat kira-kira berapa rupiah pengembalian dana yang akan diperoleh investor di akhir investasi. Jika pengembalian tersebut lebih besar dari investasi awal dan biaya modal yang dikeluarkan, maka investasi tersebut dinyatakan layak.

Dalam metode ini yang pertama dihitung adalah nilai sekarang (present value) dari investasi yang diharapkan atas dasar discount rate tertentu. Kemudian jumlah present value dari keseluruhan investasi selama usia investasi tersebut dikurangi dengan PV dari jumlah investasinya (initial investment). Selisih antara PV dan initial investment tadi dinamakan Net Present Value (NPV). Lebih jelasnya, bisa dilihat dari rumus berikut.

NPV = total present value selama usia investasi – jumlah investasi (initial investment)
PV = aliran kas x discount factor (DF)
DF = 1/ (1+initial investment) x periode proyek
Kasarnya, semakin besar PVn dari PV0, maka semakin layak investasi tersebut. Semakin besar jumlah rupiah yang didapatkan investor di periode investasi, maka semakin bagus investasi tersebut.

Metode Internal Rate of Return (IRR)
IRR  (Internal Rate of Return) adalah indikator tingkat efisiensi dari suatu investasi. Suatu proyek/investasi dapat dilakukan apabila laju pengembaliannya (rate of return) lebih besar daripada pengembalian jika berinvestasi di tempat lain. Misalnya bunga deposito bank, reksadana, dll. biasanya digunakan acuan bahwa investasi yang dilakukan harus lebih tinggi dari laju pengembalian minimum dari suatu investasi yang berani dilakukan oleh seorang investor.


IRR adalah tingkat suku bunga yang akan menyamakan jumlah nilai sekarang dari penerimaan yang diharapkan diterima (present value of future proceed) dengan jumlah nilai sekarang dari pengeluaran untuk investasi. Atau, IRR adalah rangkaian penghitungan yang membuat nilai NPV menjadi nol. Jadi jika kita ingin menganalisis investasi menggunakan metode ini, tetap saja kita harus menghitung present value terlebih dahulu.

Nah, tingkat suku bunganya sendiri kita cari dengan coba-coba atau memperkirakan, berapa tingat suku bunga yang akan memberikan nilai NPV positif, dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

IRR = Bu{\displaystyle IRR={Bunga\ rendah\ +\ }{\frac {NPV\ pada\ bunga\ rendah}{NPV\ pada\ bunga\ rendah\ -\ NPV\ pada\ bunga\ tinggi}}*\left(bunga\ tinggi\ -\ bunga\ rendah\right)\,}IRIRRnga rendah + NPV pada bunga rendah/(NPV pada bunga rendah-NPV pada bunga tinggi) x (bunga tinggi-bunga rendah)

Dari angka yang didapat nanti, IRR yang lebih besar dari initial investment maka kemungkinan investasi yang dilakukan akan menghasilkan return lebih besar dari yang dirancang sebelumnya. Artinya, investasi tersebut layak.

Sebaliknya, IRR yang lebih kecil ketimbang initial investment kemungkinan investasi yang dilakukan akan menghasilkan return lebih kecil dari yang ditargetkan sehingga tidak layak.

Perbandingan NPV dan IRR
Dalam menghitung feasibility sebuah investasi, kedua perhitungan di atas akan dilakukan dan memberikan rekomendasi yang sama. Apakah investasi tersebut layak dan patut dilakukan oleh investor. Namun terkadang jika digunakan untuk membandingkan dua proyek atau investasi bisa saja perhitungan NPV dan IRR tidak memberikan rekomendasi dan hasil analisis yang sama. Hal ini disebabkan oleh dua kondisi:

Ukuran investasi yang berbeda, salah satu lebih besar daripada yang lain
Perbedaan waktu pelaksanaan investasi
Waktu dari aliran kas dari dua investasi tersebut berbeda.

Bisa jadi satu invesatasi aliran kasnya terjadi pada tahun-tahun awal periode investasi tersebut dilakukan, sementara investasi yang lain aliran kasnya terjadi pada tahun-tahun akhir. Jadi intinya adalah untuk proyek-proyek yang berhubungant (mutually exclusive), maka pilihan yang tepat yaitu investasi dengan NPV terbesar.

simak tulisan lain tentang studi kelayakan di link berikut ya www.grapadikonsultan.com

 

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Download E-book Gratis!

Download E-book dan E-magazine Grapadinews Gratis!

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Shares
Share This