Manaqib Abuya Syekh Salman Daim

by | Jul 30, 2021 | Khazanah

Sumber Gambar: Facebook.com

 

Syekh Salman Daim– Seseorang yang hidup didunia, memiliki perjalanan hidup yang cukup berliku liku. Itulah yang dialami, oleh almukarrom abuya Syekh Salman Daim sejak dari kecil abuya sudah tertarik dengan thariqat dan bercita cita menjadi khalifah sejak kecil/

Berikut ini merupakan profil dari Syekh Salman Daim, dan juga kebaikan kebaikan yang beliau ajarkan selama masih hidup di dunia ini.

Masa Muda dan Remaja Buya Syekh Salman Daim

Abuya Syekh Salman Daim merupakan khalifah asal Pare Pare Kabupaten Batubara, yang lahir pada tanggal 31 Januari 1942. Pada saat masih anak anak dan juga masih remaja, beliau ingin menjadi seorang Khalifah atau  menjadi pemimpin  bagi umat Islam. Allah akhirnya mengabulkan keinginan beliau menjadi khalifah, dengan perjuangan yang cukup panjang serta tidak mudah untuk dilalui.

Pada zaman dahulu orang orang belajar berTarekat pada saat tengah malam, Almukarrom Abuya Syekh Salman Daim diam diam melihat orang orang yang sedang belajar Thariqat. Karena beliau seringkali mendengarkan pelajaran thariqat secara diam diam, pada akhirnya Khalifah Zein Siregar mengetahuinya dan Saat itu juga, beliau mengajak Syekh Salman Daim untuk berthariqat.

Abuya Syekh Salman Daim kemudian dibawa ke Gunung Salam, oleh Syekh Muhammad Ali. Kemudian dikirim ke Besilam, ke tempat Syekh Zein Muhammad Daud. Karena ada beberapa hal pada saat itu, Syekh Salman Daim dikirim lagi ke Syekh Haji Jalaludin di Sukaramai Medan. Syekh Haji Jalaludin yg saat itu memiliki rumah Suluk yang di Kota Medan.

Selama masa hidupnya pada saat di Tarekat, Buya Syekh Salman Daim dikenal dengan Khalifah Daim. Selain memiliki panggilan Khalifah Daim, beliau juga memiliki panggilan Khalifah Salman Daim.

Baca juga:  Peran Thariqat untuk meningkatkan kompetensi umat

 

Pendirian Rumah Suluk Dan Madrasah

Selama masa hidupnya Syekh Salman Daim mendirikan rumah suluk, di beberapa daerah Indonesia. Rumah Suluk tersebut beliau dirikan, supaya banyak orang yang lebih mengenal ajaran suluk. Beberapa rumah Suluk telah beliau dirikan di beberapa daerah di Indonesia, sejak tahun 1960 an.

Pada tahun 1966, beliau mendirikan rumah suluk pertama di desa Gajing Pematang Siantar. Kemudian di tahun 1967, beliau membuka persulukan di Kota Baru Tebing Tinggi Deli. Di tahun 1970 beliau mendirikan rumah ibadah Suluk, di Kota Bandar Baru.

Selain mendirikan rumah suluk, Abuya  Syekh Salman Daim juga mendirikan sebuah Madrasah. Pada tahun 1980, beliau membuka sebuah Madrasah Ibtidayah. Madrasah Ibtidayah tersebut,  berada dibawah naungan Al Wasliyah. Selain mendirikan Madrasah Ibtidayah, beliau juga mendirikan Madrasah Tsanawiyah Mualimin. Abuya Syekh Salman Daim juga mengembangkanTarekat Naqsabandiyah  di daerah lain, yakni di daerah Kandis Riau. Didaerah tersebut, didirikan rumah Suluk bernama Darul Mustofa.

Pada tahun 1992, Syekh Salman Daim mencanangkan program Suluk Reguler. Biasanya Suluk dilakukan 3 bulan sekali, namun Suluk ini dapat dilakukan secara berkepanjangan. Seiring perkembangan zaman, beliau membuat  program Suluk Eksekutif. Suluk Eksekutif ini dikhususkan bagi orang yang tidak memiliki  waktu untuk belajar, dan orang yang ingin mengikuti Suluk Eksekutif ini terdapat di Asrama Haji Medan.

 

Perilaku Baik Yang Diajarkan Syekh Salman Daim

Ada beberapa perilaku baik, yang telah diajarkan oleh Abuya Syekh Salman Daim selama hidupnya. Berikut ini adalah hal yang hal hal yang di ajarkan abuya :

1.Cinta Kasih Atau Welas Asih 

Salah satu yang bisa diteladani dari Syekh Salman Daim, adalah cinta kasih atau welas asih  kepada sesama. Beliau selalu menebarkan cinta kasih atau welas asih kepada orang orang yang ada disekitarnya, termasuk  kepada orang orang sekitar yang berjualan di warung.

Baca juga:  Berjaya Bersama PT. Grapadi Sejahtera Mandiri

2. Adab 

Dalam Suluk terdapat sebuah 3 adab yaitu Suluk Dalam, Suluk Keluar, dan Adab Suluk dengan Jamaah. Ketiga Suluk tersebut tidak hanya beliau ajarkan ketika berada dalam Tarekat saja, namun beliau juga mengajarkan  atau mencontohkan adab adab tersebut dalam kehidupan sehari harinya. Hal tersebut beliau lakukan, agar pengikutnya memiliki adab yang baik.

3. Bijaksana 

Selain adab dan cinta kasih dan adab yang baik, beliau juga menagajarkan untuk memiliki pemikiran yang bijaksana. Sebuah kebijaksanaan beliau ajarkan dalam kehidupan sehari hari, agar pikiran dan juga tindakan yang dilakukan bisa baik dan bisa  diterima oleh banyak orang.

 

Meniru Kebaikan Yang Diajarkan Syekh Salman Daim

Sebagai orang yang telah memberikan  contoh untuk baik  kepada sesama, tidak ada salahnya untuk meniru apa yang telah beliau lakukan selama hidup. Beliau telah mengajarkan cinta kasih, welas asih atau cinta kasih, dan juga kebijaksanaan selama hidup .

Ajaran ajaran yang beliau ajarkan tidak hanya sekedar ajaran saja, melainkan belaiu praktikan kebaikan kebaikan tersebut selama masa hidupnya. Kebaikan kebaikan yang beliau lakukan lakukan selama masa hidupnya, terasa hingga saat ini oleh orang orang yang ada disekitarnya.

Perilaku perilaku baik yang telah diajarkan oleh Syekh Salman Daim dipraktikan dalam sehari hari, sehingga kebaikan yang beliau lakukan bisa ditiru oleh pengikut tarekat. Oleh karena itulah, sangat penitng sekal bagi bagi pengikut Tarekat untuk mengikuti yang beliau lakukan dalam kehidupan sehari harinya. Orang lain akan melihat Tarekat, melalui ajaran ajaran yang telah dilakukan oleh beliau.

.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending Topics

AndikaTalk

Follow kami di :

EKONOMI & BISNIS

Adsense

MOTIVASI

Download E-book Gratis!

Download E-book dan E-magazine Grapadinews Gratis!

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Shares
Share This