Manfaat Relaksasi Kredit bagi Perekonomian

by | Apr 1, 2020 | artikel, Opini & Wawancara

sumber : pexels.com/ Michael Steinberg

Presiden Joko Widodo baru-baru ini mengeluarkan kebijakan berupa relaksasi kredit yang secara khusus menargetkan UMKM dan pekerja informal yang terkena dampak penyebaran virus corona atau Covid-19. Relaksasi kredit bisa berupa penundaan pembayaran angsuran kredit hingga satu tahun sampai penurunan suku bunga. Dengan adanya kebijakan tersebut, UMKM dan pekerja informal yang terkena dampak virus Covid-19 dapat memperoleh manfaat dengan adanya penundaan pembayaran kredit atau cicilan.

OJK (Otoritas Jasa Keuangan) telah mengeluarkan Peraturan OJK No. 11 / POJK.03 / 2020 tentang rencana stimulus ekonomi nasional. POJK menjadi dasar bagi bank dan perusahaan keuangan untuk melonggarkan pinjaman kepada debitur UMKM yang menerima kredit atau pembiayaan. Diterbitkannya peraturan tersebut meningkatkan harapan positif para penerima kredit atas bantuan yang mereka terima. Relaksasi dalam bentuk restrukturisasi kredit dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu, menurunkan suku bunga, mengurangi tunggakan pokok, dan berpartisipasi sementara dalam saham.

Jenis Relaksasi Kredit yang diberikan untuk Debitur

sumber : pexels.com/ John Guccione

Jika ditanya bagaimana cara agar dapat menerima manfaat dari relaksasi kredit. Anda hanya perlu mengajukan permintan secara online kepada bank atau leasing tempat Anda mengajukan kredit, kemudian bank akan melakukan penilaian apakah Anda termasuk debitur yang terkena dampak penyebaran virus Covid-19. Adapun beberapa kondisi debitur yang terdampak penyebaran virus Covid-19 sebagai berikut.

sumber : pexels.com/ Pixabay

  1. Debitur yang dipengaruhi oleh penutupan transportasi dan rute wisata ke dan dari China maupun Negara-negara lain yang terkena dampak COVID-19 dan peringatan perjalanan di beberapa negara.
  2. Debitur yang terkena dampak penurunan impor dan ekspor sangat terpengaruh Rantai pasokan dan hubungan dagang dengan Cina atau negara-negara lain yang terkena dampak COVID-19.
  3. Debitur yang terkena dampak proyek pembangunan infrastruktur yang terhambat oleh pemutusan hubungan kerja Pasokan bahan baku, tenaga kerja dan mesin dari Cina atau negara lain yang terkena dampak COVID-19.
Baca juga:  Pengaruh Backlink Terhadap SEO

Setelah proses penilian selesai, bank akan menyediakan relaksasi kredit. Adapun beberapa jenis relaksasi yang diberikan sesuai dengan penilaian kualitas aset. Diantara sebagai berikut.

  1. Penurunan suku bunga pinjaman
  2. Perpanjangan jangka waktu pinjaman
  3. Pengurangan tunggakan pokok
  4. Pengurangan tunggakan bunga
  5. Penambahan fasilitas pinjaman / kredit
  6. Konversi pinjaman / pembiayaan menjadi penyertaan modal sementara

Manfaat Kebijakan Relaksasi Kredit untuk Perekonomian Negara

sumber : pexels.com/ George Becker

Namun jika ditanya apakah kebijakan relaksasi kredit tersebut dapat memberikan manfaat untuk perekonomian Indonesia. Secara umum, masih belum ada bukti yang jelas ketika adanya relaksasi kerdit dapat memberikan kemajuan terhadap perekonomian Indonesia. Namun, yang perlu digaris bawahi adalah. Adanya relaksasi kredit dapat mendorong produktivitas UMKM dan juga pekerja informal. Sehingga produktivitas tersebut yang dapat berpengaruh positif terhadap perekonomian Indonesia.

  1. Mengurangi kredit macet yg dapat memicu krisis ekonomi

Tujuan utama pemerintah mengeluarkan kebijakan relaksasi kredit bagi para debitur adalah untuk mengurangi kredit macet yang diakibatkan adanya penyebaran virud Covid-19. Adapun penyebaran virud Covid-19 yang sudah menjadi pandemi di seluruh dunia, khususnya di Indonesia berdampak pada produktivitas UMKM maupun pekerja informal yang usahanya tidak bisa berjalan dengan normal akibat pandemi tersebut. Sehingga untuk akan kesulitan untuk melakukan pembayaran kredit setiap bulannya. Dampak panjang akibat macetnya kredit tersebut juga akan memicu krisis ekonomi yang ada di Indonesia, sehingga menyebabkan nilai tukar rupiah terus melemah.

  1. Menjaga stabilisasi sektor keuangan

sumber : pexels.com/ Worldspectrum

Beberapa usaha maupun bisnis yang tidak beroperasi akan membuat sektor perekonomian menjadi tidak stabil. Terlebih lagi jika kredit yang dilakukan oleh UMKM terus berlanjut, sedangkan tidak ada pemasukan di UMKM. Jika dibiarkan terus berlanjut, sektor perekonomian akan terus merosot.

  1. Mendukung pertumbuhan ekonomi
Baca juga:  Tidak Bisa Work From Home, 5 Pekerjaan yang Beresiko Covid 19

Dengan adanya kebijakan relaksasi ke=redit tersebut, dimaksudkan untuk tetap meningkatkan produktivitas UMKM. Nantinya, ketika produktivitas UMKM tetap terjaga kedepannya juga akn meningkatkan pertumbuhan perekonomian.

  1. Menguatkan nilai tukar rupiah

Dan manfaat yang paling penting dari kebijakan tersebut adalah untuk menguatkan nilai tukar rupiah yang sempat melemah pada awal-awal penyebaran virus Covid-19 di Indonesia.

Dengan produktivitasnya seluruh UMKM yang ada di Indonesia, akan menjaga stabilitas sektor keuangan dan juga dapat mendukung pertumbuhan perekonomian. Goal dari semua itu adalah untuk menguatkan nilai tukar rupiah.

 

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending Topics

AndikaTalk

Follow kami di :

EKONOMI & BISNIS

Adsense

MOTIVASI

Download E-book Gratis!

Download E-book dan E-magazine Grapadinews Gratis!

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Shares
Share This