Memahami Siapa diri Kita

by | Feb 25, 2020 | Motivasi

Marifatullah, artinya MENGENAL ALLAH AZZA WAZALLA. Jadi sebelum kita mengenal Tuhan, kenalilah DIRI. Ini sesuai dengan sabda Rasulullah s.a.w :

“MAN ARAFA NAFSAHU FAQAD AROFA ROBBAHU” (Ertinya: “Barang siapa mengenal akan dirinya,niscaya mengenal akan tuhannya“).

Mulailah perjalanan dari dalam diri kita sendiri, untuk apa kita di dunia dan apa peran hamba Allah di dunia. Manusia ialah mahluk Allah yang paling sempurna yang di pilih menjadi khalifah di muka bumi. Namun semua itu tidak serta merta kita semua menjalankan dengan mudah. Godaan – demi godaan terus mendekati kita dan membuat kita lupa akan hakikat lahir kita di dunia, tidak lain dan tidak bukan hanya untuk beribadah kepada Allah.

Allah Ta’ala sudah menjelaskan dengan sangat gamblangnya di dalam Al Qur’an apa yang menjadi tujuan kita hidup di muka bumi ini. Cobalah kita membuka lembaran-lembaran Al Qur’an dan kita jumpai pada surat Adz Dzariyat ayat 56. Di sana, Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56).

Maka dari itu perbanyaklah mengkaji diri dan segala hikmah yang terjadi di kehidupan kita. Semua tidak lain dan tidak bukan ialah perjalanan menuju cinta Allah SWT. Tidak ada manusia yang di ciptakan Allah jelek, seluruh ciptaan Allah ialah baik. Namun terkadang kita berbeda saja dalam menjalani dan memahami hakikat hidup.

Kita terlalu sibuk mengurusi urusan dunia yang fana ini, namun kita lupa akan perintah Allah SWT, Allah SWT juga telah memberi petunjuk – petunjuk kepada kita (hambanya) untuk menjadi lurus. Namun lagi lagi godaan syaiton memang membuat kita terkadang melupakan hakikat kita di dunia ini. Coba anda pahami dan renungkan, apakah yang selama ini kita lakukan sudah mematuhi hakikat kita di dunia sebagai hamba Allah SWT ? yang artinya kita ini hina, miskin, papah, doif.

Baca juga:  Shalawat Nariyah Membuat Hati Tenang

Hina di hadapan Allah = hanya Allah yang pantas di puji, miskin di hadapan Allah SWT = hanya Allah yang Maha Kaya, Papah di hadapan Allah SWT =Hanya bersandar kepada Allah, doif ( lemah ) = hanya Allah yang maha Kuat. Karena sesungguhnya kita di ciptakan Allah tidak lain hanya menjalankan perintah Allah dan skenario Allah SWT.

 

Ketika kita merasa kuat, kaya dan segalanya maka secara tidak langsung kita melewati kapasitas kita sebagai seorang hamba. Hamba yang benar – benar mengabdi kepada Allah selalu merasa bahwa semua hanya perjalanan dan semua karena kehendak Allah sebab. Segala sesuatu sesungguhnya berada dalam ilmu, qodrat dan iradat Allah SWT. Tidak ada satupun yang luput dari pengamatan Allah SWT dan tidak bergerak segala sesuatu tanpa izin ALLAH. Pada hakikatnya segala sesuatu ( setiap mahluk ) meskipun hanya sebiji zarra dan setitik debu tidak dapat bergerak sedikitpun oleh siapapun juga. Juga tiada tanpa izin Allah SWT Zat yang maha kuasa atas segala sesuatu. Sangat mudah bagi Allah sesuatu, Kun maka Fayakun.

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending Topics

AndikaTalk

Follow kami di :

EKONOMI & BISNIS

Adsense

MOTIVASI

Download E-book Gratis!

Download E-book dan E-magazine Grapadinews Gratis!

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Shares
Share This