Menanggapi Belajar Mandiri Ala Pelajar Internasional

by | Jul 24, 2020 | artikel

Pelajar Indonesia saat ini mengalami kendala yang cukup berat. Mengapa? Karena kegiatan belajar mengajar di sekolah menjadi terhambat. Tidak ada lagi pertemuan tatap muka langsung antara guru dan siswa. Beberapa sekolah, guru dan siswa bisa melakukan belajar secara daring. Sedangkan yang tidak mampu melakukan pelajaran secara luring (luar jaringan).

Jika secara daring maka guru masih bisa menerangkan pelajaran dengan baik, asalkan jaringannya mumpuni. Namun, untuk pengajaran luring maka guru dan murid hanya bertemu kurang lebih 15-20 menit kemudian memberikan arahan pengerjaan PR. Dan, murid hanya datang mengambil tugas tersebut.

Tenaga pendidik hanya memberikan sedikit informasi akan materi tersebut baik itu berupa teks ataupun video. Namun, tidak jarang teks dan video materi yang diberikan memiliki level yang jauh diluar kemampuan siswa. Contohnya saja pelajaran bahasa inggris anak kelas 6 SD yang masih kesulitan menghapal vocabulary, namun video materi yang diberikan full english. Akhirnya anak tersebut menangis karena tidak mengerti apa-apa dari video tersebut.

Dan ini masih bahasa inggris, belum matematika.Bisa-bisa anak tersebut akan uring-uringan sepanjang waktu.

Masalahnya adalah, pendidikan di Indonesia tidak setinggi negara lainnya. Selain itu, masih banyak anak yang memiliki mindset bahwa belajar itu tidak menyenangkan, capek dan buat bingung saja. Belum lagi masalah pendidikan serta teknologi yang tidak merata. Terus bagaimana mengatasi hal tersebut?

Cara Pelajar Internasional Menangani Belajar Mandiri

Belajar mandiri sebenarnya tidak menjadi masalah jika si anak menyadari pentingnya belajar. Namun, bagaimana dengan saat ini, dimana belajar mandiri menjadi sebuah keharusan. Mau tidak mau, suka tidak suka pelajar Indonesia harus beradaptasi akan peraturan pendidikan tersebut. Karena pusing karena pelajaran masih lebih baik daripada terkena virus Corona.

Baca juga:  Cara Merestrukturisasi Perusahaan Dimasa Krisis

Nah, perkara ini sebenarnya sudah biasa dilakukan oleh siswa-siswi lain dari berbagai negara. Bahkan negara dengan pendidikan terbaik di dunia (Finlandia) juga menerapkan hal ini. Namun, ada beberapa cara yang bisa diikuti siswa Indonesia, yaitu:

Ubah Mindset Pelajar

Hal yang paling dasar agar belajar mandiri menjadi menyenangan adalah mengubah mindset. Walaupun paling dasar, namun hal yang paling sulit terutama di Indonesia. Negara Finlandia, mampu meningkatkan kualitas pendidikannya dengan beberapa hal; pertama, masukkan anak sekolah di usia minimal 7 tahun agar matang secara psikis, kemudian buat belajar menjadi menyenangkan, adanya preschool berkualitas.

Faktor terbesar selain yang telah dibahas di atas adalah kesejahteraan guru. Selain Finlandia ternyata Jepang, Singapura, Tiongkok dan lainnya memberikan insentif yang besar pada guru. Selain itu menjadi guru merupakan salah satu pekerjaan yang paling keren di negara tersebut. Berbeda dengan di Indonesia, dimana masih banyak guru yang dipandang sebelah mata. Belum lagi masalah guru honor yang gajinya selalu dirapel setiap tahun.

Berubahnya kesejahteraan akan memudahkan pemerintah dan tokoh pendidikan untuk mengubah mindset siswa menjadi belajar itu mengasyikkan. Dan, hal ini butuh waktu yang panjang.

Les

Tidak bisa dipungkiri bahwa les privat atau di bimbel menjadi salah satu solusi dari belajar mandiri tersebut. Anak-anak ini harus memiliki guru tambahan yang dapat mengajarkan materi di sekolah dengan baik. Menemukan guru les sebenarnya tidak susah, namun mencari yang cocok justru sebaliknya.

Untuk mencarinya Anda bisa bertanya pada teman atau orangtua murid lain yang pernah memakai jasa guru les tersebut. Les ini biasa digunakan oleh para peserta didik di Tiongkok, Jepang dan Singapura karena dapat membantu anak-anak untuk memahami materi dengan lebih baik.

Baca juga:  Tips Menyusun Penelitian Skripsi, Tesis Dan Disertasi Agar Cepat Selesai

Latihan

“Ala bisa karena biasa”, mungkin Anda sudah sering mendengar istilah ini. Namun, hal ini benar adanya terutama di dunia pendidikan. Walaupun cara ini terkesan kuno, tapi cara ini tidak bisa dihindari oleh pelajar Indonesia yang mengalami belajar mandiri.

Anak-anak dapat belajar dan mencari berbagai informasi dari internet atau buku teks. Kemudian kerjakan semua soal-soal yang ada sampai bisa. Jika memungkinkan buat anak bisa mengerjakan soal tersebut secara instan karena sudah terbiasa. Cara klasik ini ternyata masih digunakan dinegara dengan standar pendidikan tertinggi di dunia seperti Tiongkok dan Singapura.

Tentu masih banyak lagi cara pelajar internasional yang bisa ditiru peserta didik Indonesia. Namun, 3 hal di atas merupakan yang paling banyak digunakan bahkan sampai saat ini dan terbukti dapat membantu siswa dalam menghadapi belajar mandiri tersebut.

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending Topics

AndikaTalk

Follow kami di :

EKONOMI & BISNIS

Adsense

MOTIVASI

Download E-book Gratis!

Download E-book dan E-magazine Grapadinews Gratis!

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Shares
Share This