Mengapa Harus Berthariqat ?

by | Oct 27, 2018 | Khazanah

 

Dalam kehidupan, manusia tidak sepenuhnya bisa melakukan segala sesuatunya sendiri. Selain berikhtiar, Allah juga mengharapkan mereka untuk bergantung pada-Nya. Dia Yang Maha Pengasih telah berjanji dalam Wahyu-Nya bila selalu dekat dengan hamba bahkan melebihi urat nadi. Oleh sebab itu, sebagai makluk ciptan-Nya sudah sepatutnya kita lebih dekat dengan-Nya.

Salah satu cara untuk tetap berkomunikasi dengan Allah yakni dengan berthariqat. Menenggelamkan diri dalam dzikir dan wirid merupakan jalan untuk meningkatkan jiwa dan rasa dekat dengan Sang Pencipta. Jiwa-jiwa yang telah ternodai dengan urusan duniawi dapat dibersihkan dengan menyebut asma-Nya berulang-ulang kali.

Ada kalanyanya pula manusia meletakkan terlebih dahulu urusan duniawi yang memabukkan. Sebab dunia ini tidak selamanya utuh dan ada. Ada pun mengapa kita harus melakukan metode tersebut?

Sebab berlandaskan pada al-Qur’an

Thariqat merupakan amalan dari ilmu Tasawuf. Tidak hanya diperkenalkan oleh kaum sufi, namun ajaran ini rupanya memang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad. Berdasarkan itulah, umat muslim taat meneruskan apa yang dilakukan oleh beliau, tentunya dengan berlandaskan pada al-Qur’an pula.

Seperti yang ditafsirkan dalah kitab Hasyiyatush Showi Juz IV, halaman 216, “Dan seandainya hamba Allah itu istiqomah dalam menjalankan thariqat dengan sepenuh hati, yakni mendawamkan wirid, dzikir, muroqoh, musyahadah serta melakukan hal-hal terpuji dan meninggalkan hal-hal yang tercela seraya menghadap ridho Allah, pasti Allah akan memenuhi hati dengan asror wa ma’arif ilahiyyah serta rasa cinta yang mendalam kepada-Nya”.

Sementara dalam surah An Nahl Ayat 43 juga disebutkan bila, Maka bertanyalah kepada dzikir jika kamu tidak mengetahui. Dalam ayat tersebut, ‘ahli dzikir’ ditafsirkan sebagai orang yang memahami ilmu agama, makrifah.

Berdasarkan al-Qur’an itulah, Thariqat merupakan metode untuk menjalankan Tasawuf dengan berdzikir serta wirid agar hati lebih bersih. Sehingga tidak diragukan lagi bila jalan tersebut akan membawa manusia pada iman yang tinggi.

Baca juga:  Shalawat Nariyah Membuat Hati Tenang

Telah disebutkan dalam Hadits riwayat

Selain berdasarkan surah dalam al-Qur’an, Thariqat juga disebutkan dalam beberapa riwayat hadits. Para sahabat Nabi dan ulama terdahulu meyakini bila metode ini merupakan cara untuk menuju kebaikan.

Maka seperti yang dikatakan oleh Imam Syafi’i, “Berusahalah engkau menjadi seorang yang mempelajari ilmu fiqih dan juga menjalani Tasawuf, dan janganlah engkau hanya mengambil salah satunya. Sesungguhnya demi Allah aku benar-benar ingin memberikan nasehat padamu. Orang yang hanya mempelajari ilmu fiqih tapi tidak bertasawuf, maka hatinya tidak bisa merasakan kelezatan taqwa. Sementara orang yang hanya bertasawuf tapi tidak mempelajari ilmu fiqih, bagaimana bisa mereka menjadi baik”.

Maka dari sanalah sapatutnya untuk menyeimbangkan antara ilmu fiqih dan tasawuf. Jika kedua hal tersebut timpang, maka akan terajadi ketidak seimbangan prilaku dan ibadah. Oleh sebab itu, alangkah lebih baik bila melakoni keduanya untuk keseimpurnaan ibadah dan sikap.

 

Mendapatkan Maa’an Ghodaqo

Semakin berkembangnya zaman, memungkinkan seseorang lebih mudah jauh dari Tuhan-Nya. Urusan duniawi memang lebih melenakan dan membahagiakan. Namun hal itu hanyalah sementara. Maka dari itu, Thariqat adalah jalan terbaik untuk mendapatkan Maa’an Ghodaqo.

Ada pun dalam Surah Al Jin Ayat 16 menyebutkan maksut dari istilah tersebut yakni rahasia pengetahuan ketuhanan sehingga memupukkan rasa cinta yang dalam kepada Allah SWT. Dengan begitu, upaya terus menerus mendekatkan diri dan berkomunikasi dengan Tuhan akan memunculkan rasa sayang dan cinta kepada Tuhan Semesta alam.

Seperti hadits riwayat Abu Daud yang menyebutkan, “Adakanlah! Dirimu itu beserta Allah, jika engkau menjadikan dirimu beserta Allah, maka adakanlah beserta dengan orang-orang yang bersama Allah, maka sesungguhnya orang itu yang menghubungkan engkau kepada Allah.”

Baca juga:  Khasiat I’itikaf di Masjid

Menambah pengetahuan ibadah

Ketika seseorang sudah sangat baik dalam menguasai hakikat dan makrifat, maka sata itulah mereka paham akan syariat Islam. Namun semua itu juga perlu dilengkapi dengan Thariqat.

Thariqat sendiri tidak hanya sekadar membaca wirid, namun juga menambah pengetahuan tentang ibadah. Dengan menyebut nama Allah berulang-ulang kali, maka manusia bisa lebih dekat dengan Tuhan yang telah memberikan makrifat.

Sebagai media komunikasi, mereka dianjurkan untuk melaksanakan ibadah sholat 5 waktu. Pun dengan sunnahnya apabila tidak berhalangan dan memiliki waktu. Memang sudah kewajiban umat muslim untuk tunduk dan menyembah Tuhan Sang Pencipta alam.

Namun inti dari sholat itu sebenarnya adalah memanjatkan doa untuk meminta pertolongan, pengampunan dan perlindungan. Namun sebagai bentuk untuk mendekati, memuji, dan berbicara secara langsung lebih dalam agar doa tersebut mudah diterima serta terkabul adalah dengan wirid dan dzikir. Dengan begitu ibadah dilakukan lebih ikhlas, bahkan membuat lebih dekat dengan Allah.

Mengetahui kadar keimanan seseorang

Orang yang memutuskan untuk merenung dengan menyebut nama Allah berulang-ulang kali, maka mereka lah yang lebih dekat dengan Tuhannya. Umat tersebutlah yang tidak mudah terpengaruh oleh urusan duniawi yang terus membelenggu. Melalui dzikir dan wirid itu pula, seseorang bisa mencapai keimanan tertingginya.

Oleh sebab itu, Thariqat bisa digunakan untuk mengukur keimanan seseorang. Seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW, “Kadar bobot iman seseorang tergantung pada kecintaannya kepadaku. Sebaliknya kadar kekafiran seseorang juga tergantung pada kebenciannya kepadaku.”

Ketika seseorang mencintai Rasul Allah, maka secara otomatis juga mencintai Allah. Dua kecintaan tersebut tidak dapat terpisahkan karena Nabi Muhammad adalah utusan Allah.

Menyempurnakan rukun Islam

Sebagai seorang muslim, patutlah untuk melakukan kewajiban yang telah diperintahkan oleh Allah. Ada pun membaca dua kalimat syahadat, sholat, puasa, zakat, serta menunaikan ibadah haji bila mampu merupakan poin-poin yang termasuk dalam rukun Islam.

Baca juga:  Memahami Siapa diri Kita

Namun apabila kesemuanya tidak diirngi dengan dzikir atau wirid, maka kuranglah komunikasi dan membangun kedekatan dengan Tuhannya. Sementara Thariqat merupakan jalan untuk memupuk rasa cinta kepada Allah dan Rasul, terlebih dapat meningkatkan keimanan seseorang.

Membantu dalam istiqamah dan beramal

Ada banyak cara untuk melakukan Thariqat. Yang termasuk dalam rukun Islam tersebut merupakan Thariqat wajib. Maka wirid, bershalawat dan dzikir termasuk sunnah. Kendati tidak harus dijalankan namun metode ini sangat membantu dalam beristiqamah dan beramal.

Haits riwayat meyebutkan bila Rasulullah beristigfar minimal 70 kali dalam sehari. Dalam Thariqat Aurad Muhamamdiyah, para murid dianjurkan untuk mohon pengampunan sebanyak 50 kali dalam sehari setiap selesai sholat wajib. Itu artinya mereka telah mengamalkan 250 kali istigfar tiap hari. Hal ini mungkin terasa sulit bagi orang yang tidak terbiasa.

Namun bagi mereka yang kerap mengucapkan istigfar berkali-kali setiap harinya, maka akan terasa lebih mudah bahkan sudah menjadi kebiasaan. Dengan begitu orang-orang tersebut lebih untuk khusyu’ dan beristiqamah.

Menyebut nama Allah berkali-kali dalam wirid dan dzikir juga berarti kita sebagai manusia begitu mengagumi kebesaran-Nya. Selain karena memohon ketenangan jiwa, mereka yang menjalankan Thariqat juga akan mencapai tingkat spiritualitas tertinggi. Maka sudah sepatutnya umat muslim untuk berjalan lebih dekat dengan Allah dan Rasulnya.

 

 

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending Topics

AndikaTalk

Follow kami di :

EKONOMI & BISNIS

Adsense

MOTIVASI

Download E-book Gratis!

Download E-book dan E-magazine Grapadinews Gratis!

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Shares
Share This