Zikir Bersuara atau Tanpa Suara

by | Dec 23, 2019 | Khazanah

sumber : /aktual.com

Zikrullah adalah ibadah yang sangat mulia dan direkomendasikan. Keutamaan dan nilai ibadah ini begitu luas dan beragam. Bahkan dapat disimpulkan bahwa energi dan upaya yang dihabiskan untuk ibadat zikir dengan kebajikan yang diberikan tidak sebanding. Zikir adalah ibadah yang tidak membutuhkan banyak usaha dan pengorbanan.

Ibadah zikir sangat sederhana dan mudah, serta tidak butuh banyak usaha dan pengorbanan. Tidak perlu persiapan khusus, tempat khusus dan waktu khusus. Bahkan di tempat yang kotor dan menjijikkan sekalipun. Muslim dapat menggunakan waktu luang dan senggang mereka untuk berdoa. Anda bisa berzikir sambil menunggu antrian, menunggu lampu merah, dan sebagainya. Memperkaya waktu luang dengan aktivitas zikir dapat membantu seseorang menghindari perilaku yang sia-sia. Karena waktu dan kesempatan kosong, ada dua hal, baik atau buruk, positif atau sebaliknya.

sumber : islami.co

Al-Qur’an dan Hadits sangat menyarankan dan merekomendasikan betapa mulianya ibadah zikir itu. Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk melakukan banyak zikir tanpa batasan kuantitas. Zikir dibagi menjadi dua bagian dari waktu pelaksanaan, yang pertama adalah dzikir muqayyad (terikat / ditentukan) dan yang kedua adalah dzikir absolut (bebas). Zikr muqayyad (mengikat / menentukan) dilakukan dalam jumlah yang ditentukan oleh nas hadits. Sebagai sholat lima waktu harian, mereka membaca Subhanallah, alhamdulillah, allahu akbar, total 33 kali, dan berakhir dengan kalimat tahlil sekali, kemudian semua 100 kali, dan disebutkan dalam berbagai narasi dengan jumlah yang berbeda.

Manfaat Berzikir

sumber : okezone.com

Selain manfaat batin (bukan fisik atau mental), di era modern ini, ada banyak penelitian yang dapat menjelaskan manfaat zikir fisik (kesehatan fisik). Berbagai fakta dan penelitian di negara-negara Muslim dan bahkan negara-negara minoritas Muslim seperti Amerika Serikat dan Inggris menjelaskan fakta ini.

Baca juga:  Ketika Merasa Lebih Baik dari Orang Lain

Pada konferensi medis di Kairo belum lama ini, Dr. Ahmad Al Qodli, direktur Institut Pendidikan Islam Islam Amerika dan Institut, ahli jantung dan penyakit dalam, mengatakan bahwa mendengarkan atau membaca Alquran adalah yang paling Bentuk zikir penting (afdhal) dapat menenangkan orang dan meningkatkan kekebalan mereka terhadap penyakit.

Pendapat Ulama Tentang Zikir Bersuara

sumber : okeinfo.net

Ada juga saran untuk meningkatkan suara dzikir setelah shalat, yang tidak benar. Karena Nabi sallallaahu’alayhi wa Salam tidak terbiasa dengan apa yang dia lakukan. Dia mungkin telah melakukannya, tetapi hanya dalam konteks kuliah atau pendidikan, bukan kebiasaan yang konstan. Ini adalah pandangan Imam Syafi’i dan sebagian besar ulama lainnya.

Imam Asy Syatibi rahimahullah mengatakan bahwa Nabi sallallaahu ahu alayhi wa sallam tidak pernah berdoa jamak atau berdoa imam (melalui komando satu suara). Demikian pula, tidak ada komentar atau kesepakatan mengenai praktiknya.

sumber : dream.co.id

Namun perlu dicatat bahwa hadits ibn Abbas yang kami sebutkan bukanlah proposisi para jamaah dengan satu suara (dipimpin satu suara). Bukti tidak menunjukkan bahwa Tuhan setelah didoakan harus diperintahkan oleh Aam, seperti yang telah kita saksikan sendiri di beberapa masjid di sekitar. Hal yang benar untuk dilakukan adalah menghafalkannya secara terpisah, tanpa mengeluarkan perintah dan jangan mengatakannya dengan keras. Ibn Taymiyyah Rahimahullah berkata: “Tujuan setiap doa adalah untuk menurunkan suara kecuali ada alasan untuk memerintahkannya.

Diantara manfaat berdoa dengan lirih yaitu, suara sunyi akan membantu doa dan doa menjadi lebih baik. Bersikaplah tulus, karena mereka yang berdoa dengan merendahkan suara mereka berarti percaya kepada Allah, bahkan jika dengan lembut, mereka akan selalu mendengar teriakan hambanya. Ini adalah etika yang luhur di hadapan Raja Al Malik. Ketika para pelayan bertemu di depan raja, dia tentu tidak mengangkat suaranya.

Baca juga:  Pemimpin Ulil Amri dan Merajut Kembali Persatuan Indonesia

Dengan suara dzikir yang tenang, yang menunjukkan lebih banyak ketaatan dan kesepian, ini adalah semangat dan esensi doa. Orang yang bertanya tentu saja akan merendahkan diri dan tunduk pada orang yang bertanya. Sulit didapat dari berdoa orang. Dengan cara ini, orang yang berzikir dengan suara halus akan lebih tulus.

 

Sumber:

https://youtu.be/jmd7G2zv4UQ

 

 

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending Topics

AndikaTalk

Follow kami di :

EKONOMI & BISNIS

Adsense

MOTIVASI

Download E-book Gratis!

Download E-book dan E-magazine Grapadinews Gratis!

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Shares
Share This