Penjualan yang menurun sering membuat pemilik bisnis panik. Sebagian langsung mengganti produk, mengubah harga, atau menambah anggaran marketing tanpa mengetahui penyebab sebenarnya.
Padahal, penurunan penjualan tidak selalu berarti produk sudah tidak diminati. Bisa jadi masalahnya terletak pada perubahan pelanggan, pelayanan, distribusi, persaingan, atau proses penjualan yang kurang efektif.
Sebelum mengambil keputusan besar, lakukan analisis secara bertahap.
1. Periksa Data Penjualan
Langkah pertama adalah melihat data, bukan hanya mengandalkan perasaan. Bandingkan penjualan bulan ini dengan bulan sebelumnya atau periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Periksa beberapa indikator, seperti:
- jumlah transaksi;
- jumlah pelanggan;
- nilai rata-rata pembelian;
- produk yang paling banyak terjual;
- tingkat pembelian ulang;
- omzet per saluran penjualan.
Data tersebut membantu menunjukkan apakah penurunan terjadi secara menyeluruh atau hanya pada produk dan saluran tertentu.
2. Bedakan Masalah Jumlah Pelanggan dan Nilai Transaksi
Omzet dapat turun karena jumlah pelanggan berkurang atau karena pelanggan membeli dengan nilai lebih kecil.
Sebagai contoh, jumlah pelanggan mungkin tetap sama, tetapi rata-rata transaksi turun dari Rp300.000 menjadi Rp200.000. Dalam kondisi ini, masalahnya bukan semata-mata kurangnya pelanggan, melainkan menurunnya nilai pembelian.
Analisis kedua faktor tersebut secara terpisah agar strategi yang dipilih lebih tepat.
3. Evaluasi Perubahan Kebutuhan Pasar
Kebutuhan pelanggan dapat berubah karena tren, kondisi ekonomi, kebiasaan, teknologi, atau munculnya alternatif baru.
Produk yang sebelumnya diminati mungkin tidak lagi menjadi prioritas. Karena itu, lakukan pengamatan terhadap pertanyaan pelanggan, keluhan, ulasan, serta produk yang sedang banyak dicari.
Jika diperlukan, gunakan jasa sebar kuesioner untuk memperoleh masukan langsung dari pelanggan secara lebih terukur.
4. Periksa Harga dan Penawaran
Penurunan penjualan bisa terjadi karena harga sudah tidak sesuai dengan daya beli atau manfaat yang dirasakan pelanggan.
Bandingkan harga dengan pesaing, tetapi jangan berhenti pada angka. Periksa juga kualitas, garansi, kecepatan layanan, kemudahan pembayaran, dan manfaat tambahan yang ditawarkan.
Jika harga lebih tinggi, pastikan pelanggan memahami alasan di balik perbedaan tersebut.
5. Analisis Efektivitas Marketing
Marketing yang ramai belum tentu menghasilkan penjualan. Periksa apakah promosi menjangkau target pasar yang tepat dan apakah pesan yang disampaikan benar-benar relevan.
Ukur jumlah calon pelanggan, pertanyaan masuk, tingkat konversi, biaya promosi, dan transaksi yang dihasilkan. Jangan hanya menjadikan jumlah tayangan atau tanda suka sebagai ukuran keberhasilan.
6. Periksa Proses Pelayanan dan Distribusi
Calon pelanggan bisa batal membeli karena admin lambat merespons, stok tidak tersedia, pengiriman terlambat, atau proses pemesanan terlalu rumit.
Telusuri perjalanan pelanggan sejak melihat promosi hingga menyelesaikan transaksi. Temukan tahap yang paling sering menyebabkan pelanggan berhenti.
Perbaikan kecil pada proses pelayanan dapat memberikan dampak besar terhadap penjualan.
7. Bandingkan dengan Kompetitor
Pesaing mungkin menawarkan produk yang lebih sesuai, harga lebih kompetitif, pelayanan lebih cepat, atau pengalaman pembelian yang lebih baik.
Lakukan perbandingan secara objektif. Perhatikan keunggulan dan kelemahan bisnis Anda tanpa harus meniru seluruh strategi pesaing.
Jangan Terburu-buru Mengganti Produk
Mengganti produk atau strategi marketing tanpa analisis dapat menimbulkan biaya baru dan memperbesar risiko. Pastikan terlebih dahulu apakah masalah utama berada pada produk, harga, pasar, promosi, pelayanan, atau sistem penjualan.
Keputusan yang baik harus didasarkan pada data dan pemahaman terhadap pelanggan.
Untuk membantu menganalisis masalah penjualan dan menentukan strategi bisnis yang lebih terarah, kunjungi AndikaTalk.id.