Dalam memahami berbagai kisah kisah waliyullah memang terbilang sulit dicerna oleh akal manusia biasa. Umumnya manusia membutuhkan penalaran logika yang cukup panjang untuk mengerti hal tersebut. salah satunya kisah Abdullah Bin Mubarak, siapakah beliau? simak kisahnya pada artikel berikut.
Mengenal Abdullah Bin Mubarak
Sebelum mengulas lebih dalam terkait kisah kisah waliyullah Abdullah Bin Mubarak, alangkah baiknya jika mengetahui terlebih dahulu biodata singkatnya. Abdullah Bin Mubarak adalah seorang ulama besar yang disebut-sebut sebagai ahli fiqih dan hadits. Beliau lahir pada 118 H di Marwah dan wafat pada 181 H ketika kembali dari medan perang.
Semasa hidupnya, beliau terkenal sebagai sosok ulama terkemuka. Banyak kisah Abdullah Bin Mubarak yang dapat diambil hikmahnya, salah satunya ketika beliau menunaikan ibadah haji tanpa ke tanah suci. Rangkaian kisah ini tertuang pada kitab An-Nawadir Karya Syekh Syaihabuddin Ahmad Ibnu Salamah Al-Qulyubi.
Perjalanan Abdullah Bin Mubarak Dalam Menunaikan Ibadah Haji
Saat itu, Abdullah Bin Mubarak memutuskan untuk menunaikan ibadah haji menuju tanah suci. Singkat cerita, ketika berada di perjalanan beliau melihat seorang perempuan tengah mencabuti bulu itik di Kufah, Irak. Beliau menghentikan langkahnya dan mendekati perempuan tersebut seraya berkata “Itik tersebut hasil sembelihan secara halal atau bangkai?”.
Perempuan itu menjawab “Ini adalah bangkai yang akan aku makan bersama keluargaku”. Mengetahui hal tersebut tentu Abdullah Bin Mubarak menjelaskan bahwasanya bangkai hewan tersebut haram. Namun sayangnya perempuan tersebut malah bersikap kasar kepada beliau, bahkan mengusirnya.
Bersedekah Dalam Perjalanan
Menurut kumpulan kisah kisah waliyullah yang sudah beredar luas, Abdullah Bin Mubarak lantas menuruti keinginan perempuan tersebut lalu kembali lagi menghampirinya. Beliau memberikan nasihat yang sama pada perempuan itu, hingga akhirnya ia berkata bahwa dirinya terpaksa memakan bangkai itik tersebut.
Setelah ditelusuri, perempuan yang beliau temui tidak makan selama 3 hari sehingga mau tidak mau harus memakan bangkai tersebut. Mendengar kisah sang perempuan yang begitu memilukan, Abdullah Bin Mubarak dengan sigap memberikan keledai, makanan dan pakaian kepadanya. Bahkan seluruh bekal untuk perjalanannya ke tanah suci sudah beliau berikan semua.
Melihat bekal yang sudah habis tak tersisa, Abdullah Bin Mubarak memutuskan untuk membatalkan perjalanan menuju tanah suci. Beliau menghabiskan waktunya di kufah hingga musim haji selesai. Ketika rombongan masyarakat pulang dari tanah suci, beliau pun terpaksa ikut pulang ke negerinya tanpa gelar haji.
Sesampainya di rumah, beliau disambut hangat oleh tetangga-tetangganya. Namun dengan sigap beliau menceritakan kejadian sebenarnya dan mengatakan bahwa dirinya tidak jadi pergi ke tanah suci. Alangkah kagetnya beliau ketika salah satu jamaah rombongan haji berkata “Bukankah kau telah memberikan minum di sana (Makkah)?”. “Kau juga telah membelikanku barang ini”, timpal jamaah lainnya.
Digantikan Oleh Malaikat
Berdasarkan rangkuman dari sejumlah kisah kisah waliyullah, setelah mendengar ucapan dari tetangga-tetangganya tersebut beliau tentu merasa heran. Abdullah Bin Mubarak yang merasa kebingungan menyimpan sejuta pertanyaan dalam benaknya. Hingga malam tiba, beliau masih saja memikirkan hal tersebut.
Pada akhirnya ketika beliau tertidur lelap, beliau didatangi oleh seseorang dan berkata “Wahai Abdullah, Allah telah menerima sedekahmu, ia mengutus malaikat untuk menyerupai sosokmu. Ia juga yang telah menggantikan dirimu dalam menunaikan ibadah haji”. Sontak Abdullah Bin Mubarak terbangun dan mengucap syukur kepada Allah karena dirinya diberi kelebihan dapat melaksanakan ibadah haji tanpa perlu ke tanah suci.
Itulah salah satu kisah kisah waliyullah yakni Abdullah Bin Mubarak yang diberi mukjizat yakni mampu melaksanakan haji tanpa ke tanah suci. Berkat sedekah yang dilakukannya, Allah mengutus malaikat menyerupai dirinya untuk menggantikan dalam menunaikan ibadah haji.